Cuti Akademik

Berhenti studi sementara atau cuti kuliah adalah keadaan dimana seorang mahasiswa tidak dapat mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan untuk kurun waktu tertentu karena alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketentuan Mengenai Cuti Kuliah:

  • Cuti adalah hak mahasiswa, Karena suatu sebab tertentu mahasiswa  diperkenankan mengajukan permohonan cuti kuliah dengan syarat yang bersangkutan telah mengikuti kuliah di STIE IEU Yogyakarta minimal selama 2 (dua) semester berturut-turut.
  • Pengajuan cuti kuliah dapat dilakukan sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali selama masa studinya.
  • Setiap pengajuan cuti kuliah dapat dilakukan untuk jangka waktu maksimal 2 (dua) semester dengan persetujuan orang tua/wali serta Dosen Wali yang dibuktikan dengan tanda tangan orang tua/wali
  • Masa cuti kuliah tidak diperhitungkan dalam batas waktu penyelesaian studi.
  • Selama melaksanakan cuti kuliah tetap diwajibkan melaksanakan herregistrasi serta membayar biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cuti kuliah dapat dilakukan atas kemauan sendiri atau bukan atas kemauan sendiri.

  1. Cuti Kuliah Atas Kemauan Sendiri:
  2. Cuti kuliah yang direncanakan:

Yaitu cuti kuliah yang dilakukan pada saat mendaftar ulang. Mahasiswa yang melaksanakan ini dikenakan kewajiban keuangan setara dengan 12 sks (kecuali bagi mereka yang penyelesaian studinya kurang dari 12 sks).

  • Cuti kuliah yang tidak direncanakan:

Yaitu cuti kuliah yang dilakukan setelah memprogram mata kuliah. Mahasiswa yang melaksanakan ini dikenakan kewajiban keuangan sesuai dengan sks yang telah diprogramkan pada semester yang bersangkutan (minimal 12 sks kecuali bagi mereka yang penyelesaian studinya kurang dari 12 sks).

  1. Cuti Bukan Atas Kemauan Sendiri/Skorsing

Berhenti studi sementara bukan atas kemauan mahasiswa adalah keadaan dimana seorang mahasiswa diberhentikan studinya untuk sementara oleh Pimpinan/Ketua STIE IEU Yogyakarta karena melakukan pelanggaran tata tertib/aturan-aturan yang ada, sehingga diskors atau karena tidak melakukan herregistrasi sampai batas akhir pengisian KRS. Mahasiswa yang dikenakan cuti kuliah bukan atas kemauan sendiri tersebut tetap diwajibkan melakukan herregistrasi serta membayar kewajiban keuangan tiap semester sesuai  dengan ketentuan yang berlaku.