Kembali salah seorang mahasiswa STIE Isti Ekatana Upaweda (IEU) Yogyakarta meraih prestasi olah raga. Cakra Akbar Bachtiar, mahasiswa kosentrasi Manajemen Pemasaran asal Kota Kupang, meraih medali emas sebagai Juara 1 perlombaan olah raga cabang taekwondo. Perlombaan diselenggarakan oleh UKM Taekwondo Dojang Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 yang dimulai pukul 07.00 WIB. Perlombaan bertempat di Gelanggang UIN Suka. Penerimaan medali bagi para juara dilakukan pada pukul 18.00 WIB.
“Tiba-tiba penasaran sama bela diri, pengen dapet piagam-piagam gitu,terus berpapasan sama temen yang ngajak ikut latihan taekwondo”, ungkap Cakra mengenai alasan dia menggeluti taekwondo. “Dari keluarga yang jadi atlet aku aja soalnya emang aku suka olahraga”, tambahnya.
Pada awalnya, Cakra mengikuti latihan taekwondo tahun 2018 saat ia masih menjadi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Awal bergabung dalam dojang taekwondo saat SMA, ia masuk kelas junior. Ia bergabung dengan dojang (tempat latihan taekwondo) The Dragon Timor di Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Awal tertarik pada tahun 2018 dan bergabung dalam dojang, tetapi sempat berhenti sejenak karena harus operasi tahun 2020. Jadi aku sempat berhenti dari tahun 2020 sampai Juni 2022”, ujarnya. “Operasi kena kaca lemari. Jadi lemari kaca jatuh saat saya sedang tidur. Jadi, saat itu langsung dilakukan oprasi pada kaki kanan saya karena tendon terbelah dan ada urat yang putus”, jelasnya lebih jauh mengungkap kejadian lalu.
Cakra dapat mengikuti perlombaan kali ini karena ia mendapatkan informasi dari media sosial dan mengikuti pelatihan di dojang UIN Sunan Kalijaga. Meskipun perlombaan ini diperuntukkan bagi mahasiswa antar fakultas yang ada di UIN Sunan Kalijaga, tetapi kemudian ada beberapa dari kampus luar yang diperbolehkan untuk mendaftar. Oleh karenanya, Cakra ikut mendaftar perlombaan tersebut dengan membawa bendera STIE IEU Yogyakarta. “Persiapan awal sebelum masuk ke dojang ya latihan sendiri”, ungkapnya. “Aku berani mendaftar lomba tersebut karna aku udah lumayan punya pengalaman bertanding di kelas Kyorugi (kelas fight dalam bahasa taekwondo).

Terdapat 2 kelas dalam perlombaan Taekwondo Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta di penghujang tahun 2022 kali ini, yaitu kelas pomsae dan kyorugi. Poomsae adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri yang dilakukan melawan musuh imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Dengan kata lain, kelas pomsae mempertunjukan gerakan-gerakan dalam taekwondo, sedangkan kelas kyorugi menunjukkan pertarungan antar peserta.
Tidak ada proses seleksi untuk lomba kelas kyorugi yang diikuti oleh Cakra, tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti berat badan. Cakra mengikuti perlombaan kategori senior dengan berat badan ideal 68 kg. Oleh karenanya, ia mempersiapkan diri selama 1 minggu sebelum perlombaan sekaligus menambah berat badannya. “Kemarin berat saya 65,6 kg tapi main di berat badan 68 kg, jadi harus naikin berat badan dan harus rajin latihan sama lari agar stamina terjaga waktu bertanding”, jelasnya tentang persiapan mengikuti perlombaan kali ini.
Cakra mengalahkan peserta lain sehingga meraih Juara 1 dan mendapatkan medali emas. “Kriteria jadi juara karena memenangkan fight dengan peserta lain. Poin didapatkan dari tendang sama pukul, tapi lebih dominan di tendangan”, ujarnya saat ditanya kriteria penilaian perlombaan.

raih medali emas perlombaan Taekwondo
“Harapan saya ke depan yang pasti bisa jauh lebih baik dan sukses. Saya berharap saya bisa lebih membanggakan kedua org tua saya dan STIE IEU Yogyakarta lewat jalur beladiri, dan terakhir harapan saya adalah teman2 mahasiswa STIE IEU berani menunjukkan minat bakat masing-masing agar kita bisa sama-sama membangun diri sendiri dan STIE IEU Yogyakarta”, tuturnya.
(medsosteam2022STIEIEUYogyakarta)