Fajrian Tri Retza Saputra, mahasiswa STIE Isti Ekatana Upaweda (IEU) Yogyakarta, menjadi salah satu atlet cabang Esport di ajang Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur (Porprov NTT) VIII. Propov ini diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT pada tanggal 13-18 November 2022 di Gedung Aula ELTARI , Jl. Polisi Militer No.9, Oebobo, Kec. Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ketertarikan dan minat pada dunia Esport sejak tahun 2018 dari mahasiswa yang biasa dipanggil Fajrian ini dan sedang mengambil kuliah dengan kosentrasi Manajemen Pemasaran semester 1 inilah yang menghantarkannya pada kejuaran Esport Porprov VIII NTT. “Saya memang sudah bermain Game PUBGM ini sejak tahun 2018. Sejak saya berumur 17 tahun. Saya bergabung dalam tim WASHENG ESPORT untuk bermain game sejak Maret 2022. Seiring berjalannya waktu, saya pernah menjuarai tournament PIALA GUBERNUR NTT , TOURNAMENT DEKRANASDA NTT, PMCO , dan mengikuti PMPL dimana tournamen itu adalah tournamen terbesar di Indonesia yang diadakan langsung oleh pihak developernya. Karenanya, di tahun 2022 ini saya dipilih oleh ESI KOTA KUPANG untuk mengikuti Porprov VIII yang diadakan di kota Kupang “, ulas Fajrian.

Fajrian menambahkan bahwa Esport awalnya adalah cabang olahraga Ekshibisi. Atlet yang mengikuti ajang ini tidak melalui proses seleksi karena dalam ajang Porprov VIII di Nusa Tenggara Timur ini lah untuk pertama kalinya Esport menjadi cabang olahraga resmi yang baru. Oleh karena itu, atlet dipilih berdasarkan penunjukkan langsung oleh ESI KOTA KUPANG dari calon atlet-atlet yang mempunyai potensi.
“Bentuk lomba Esport ini sama seperti nama gamenya PUBGM ( PLAYER UNKNOW BATTLE GROUND MOBILE ). Pada umumnya, PUBGM adalah game berperang dan bertahan hidup. Kita bertanding di dalam harus bertahan hidup dan mendapatkan kill”, tambah Fajrian. “Juara pertandingan ini dihitung dari poin-poin tertentu, yang terdiri dari banyaknya kill dan placement atau posisi bertahan“, ujarnya
Kontingen Esport NTT ini berjumlah 6 orang yang berusia 13 – 23 tahun dan seluruhnya merupakan putra-putra NTT karena mereka mewakili NTT. Persiapan mereka untuk ajang ini sangatlah matang. Mereka siap untuk mengikuti porprov kemarin. Persiapan tersebut berlangsung sekitar 3 bulan.

“Persiapan yang matang, pengalaman yang cukup, dan dengan waktu yang cukup untuk berlatih itu lah yang menghantar tim kami meraih Medali emas menjadi Juara I cabang olahraga Esport lebih tepatnya di divisi game PUBGM”, pungkasnya.
(mesdosteam2022STIEIEUYogyakarta)