STIE IEU Yogyakarta mendapat kunjungan dari Polsek Danurejan yang dipimpin oleh dipimpin AKP Sumarsono pada hari Kamis tanggal 2 Februari 2023 pukul 11.00 WIB. Kunjungan ini diterima oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Bapak Hardono, S.H, M.M. yang didampingi oleh oleh Bapak R. Suprono Wahyu Jatmiko, S.E., M.M. dan Bapak Yusuf Siswanta, S.H. Kunjungan ini dilakukan untuk berdialog dengan pihak kampus dan mahasiswa yang ada di STIE IEU Yogyakarta. Mahasiswa yang hadir diwakili oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), yaitu Marthinus Peni selaku Presiden BEM dan didampingi Bagus Ryan Wibowo, Ikhwan Noor Hidayat Tullah, Archangela Giriani Asti Seran, serta Linda lestari. Team Polsek Danurejan dalam perannya sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masysarakat (Bhabinkamtibmas) berdialog dengan pihak kampus dan BEM STIE IEU Yogyakarta dalam suasana yang santai dengan memilih duduk berdialog di koridor kampus.

Mereka memberikan edukasi dan melakukan sharing serta jajak pendapat tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Danurejan, khususnya di wilayah kampus STIE IEU Yogyakarta. Masyarakat, khususnya mahasiswa, diminta untuk tidak perlu takut dengan polisi dalam menyampaikan informasi apabalia ada tindak kejahatan. Hal ini karena Kamtibmas tidak hanya peran Polri, tetapi perlu dibantu oleh masyarakat. Hal yang menjadi perhatian khusus di kalangan remaja saat ini adalah kenakalan remaja yang salah satunya adalah maraknya klithih yang banyak sekali terjadi di Yogyakarta.
Team Polsek Danurejan juga bertanya kepada BEM STIE IEU Yogyakarta mengenai pandangan dan pendapat serta diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran atau masukan terhadap babinkabitpmas. Martin menyampaikan harapannya kepada bapak kepolisian agar melakukan kegiatan kunjungan seperti ini dan juga memberikan edukasi ataupun sosialisasi kepada mahasiswa perihal informasi terupdate yang bereder di wilayah Yogyakarta karena banyak sekali problematika yang terjadi terus menerus bahkan hal yang sama yang rata-ratanya pelakunya itu anak remaja. Oleh karenanya, perlu adanya edukasi dan sosialisasi dari kepolisian selaku aparatur negara yang paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat memberikan informasi yang nantinya dapat menghindarkan mahasiswa untuk tidak terlibat dalam hal seperti ini. Ia juga meminta kepada bapak kepolisian untuk lebih meningkatkan lagi keamanannya agar hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban dalam masysarakat tidak terjadi lagi, terlebih lagi mengingat tahun ini merupakan tahun politik.
Ikwan meminta pihak kepolisian untuk lebih meningkat lagi keamanan di pos-pos lampu merah untuk mencegah pengendara agar tidak menerobos lampu merah yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Selain itu, ia berpendapat bahwa masalah klitih yang sudah sangat marak terjadi saat ini memang meresahkan masyarakat sekitar. Ia meminta pihak kepolisian dapat melakukan patroli di waktu tertentu untuk mencegah hal ini menjadi lebih marak, seperti yang dilakukan Polda Metro Jaya dengan membentuk Tim Jaguar.

BEM STIE IEU Yogyakarta berpendapat berbagai kriminalitas yang terjadi dari berbagai insiden seperti ini pasti akan membuat Yogyakarta yang awalnya dikenal sebagai kota pelajar berpotensi menjadika kota Yogyakarta memiliki tingkat kriminalitas terus meningkat. BEM STIE IEU Yogyakarta berharap pihak kepolisian akan selalu lebih memperhatikan lagi hal-hal seperti ini dan meningkatkan keamanan khususnya di malam hari sehingga Yogyakarta tetap aman dan nyaman.
Kerjasama pihak Kepolisian dan masyarakat, khususnya, pihak kampus dan mahasiswa merupakan langkah awal menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Diharapkan dengan kerjasama ini dapat menciptakan sehingga Yogyakarta yang selalu aman dan nyaman.
(teammedsosSTIEIEUYogyakarta2023_PICdhita)
Sinergi antara Civitas Akademika Kampus STIE IEU dengan Polsek Danurjan bisa menumbuhkan rasa aman mahasiswa selama kuliah di STIE IEU Yogyakarta